JS Neo - шаблон joomla Новости

Berita Terbaru

LembagaPembangunanYayasan Rencanakan Pembangunan Kampus STAI Attaqwa di Teluk Pucung

Yayasan Rencanakan Pembangunan Kampus STAI Attaqwa di Teluk Pucung

Published in Pembangunan
Written by  30 June 2015
Rate this item
(0 votes)

staia telukpucungSetelah dibuka dan diberi pengantar oleh Wakil Ketua Yayasan Attaqwa, KH Nurul Anwar, Lc, selaku Pimpinan Rapat, Ketua STAI Attaqwa KH M. Abid Marzuki, M.Ed memaparkan rencana pengembangan dan pembangunan Kampus STAI Attaqwa di atas tanah Yayasan yang berlokasidi Teluk Pucung. Dalam penjelasannya, beliau menyinggung rencana pembangunan Kampus STAI Attaqwa yang sudah seharusnya berkembang menjadi institut atau bahkan universitas melalui pembangunan kampus yang representatif dan pembukaan prodi-prodi baru.

Rencananya, kampus STAIA nantinya akan digunakan juga untuk penyelenggaraan pendidikan SMK Attaqwa Labschool. Diharapkan lulusan SMK ini dapat meneruskan pendidikannya ke prodi-prodi baru yang akan dikembangkan STAI Attaqwa. Mengenai pendanaan, menurut KH Abid Marzuki, M.Ed, selain anggaran Yayasan dapat pula dicari sumber-sumber lain yang halal dan tidak mengikat, termasuk dari pihak Jepang.

“Ini mengingat hubungan sejarah dan persahabatan yang sudah ada sejak lama antara Almaghfurlah KH Noer Ali, Pendiri Yayasan Attaqwa, dan Abdul Muniam Inada, salah seorang pelajar asal Jepang yang menuntut ilmu di Mekah pada dekade 40an,ujar beliau menjelaskan.

Paparan ini kemudian dikuatkan oleh para Puket STAI Attaqwa. Puket I, Dr. H. Masykur Hakim, M.A., menguatkan bahwa pengembangan STAI menjadi universitas memang menjadi keniscayaan. Bila tidak, sesuai dengan regulasi pemerintah, “sekolah-sekolah tinggi yang dinilai tidak dapat mengembangkan diri akan ditutup atau dilebur (merger) dengan sekolah tinggi yang lain,” tandasnya. Untuk itu, Dr. Masykur Hakim menambahkan, perlu adanya bangunan kampus yang representatif dan grand design pengembangan STAI Attaqwa menjadi universitas, termasuk penjaminan mutu dan penyiapan SDM untuk persyaratan pembukaan prodi-prodi lintas rumpun keilmuan. Puket II, Dr. H. Saiful Bahri, dan Puket III, H. Kholilullah Akhmasy, M.Pd.I, juga memiliki pandangan yang sama. “Kita masih mempunyai utang kepada Almaghfurlah bila kita tidak mampu mewujudkan cita-cita beliau yang menginginkan lahirnya sarjana-sarjana Attaqwa yang menguasai kompetensi akademik yang unggul di berbagai disiplin ilmu, namun tetap dalam koridor visi dan misi pendidikan Attaqwa,” ujar H. Kholilullah Akhmasy mengingatkan.

Ketua Badan Pengawas Yayasan Attaqwa yang secara khusus mengawasi bidang organisasi dan kelembagaan, Dr. H. A. Jabar Majid, M.A., menanggapi positif rencana ini. Menurut beliau, pengembangan STAIA memang harus didukung. Untuk itu, beliau berharap pihak STAI Attaqwa sebagai inisiator menyiapkan hal-hal yang berkaitan dengan rencana pengembangan ini, baik yang berkaitan dengan pengembangan fisik seperti RAB dan tahapan pembangunan, rencana pembiayaan operasional SMK dan STAI, aturan kelembagaan gedung SMK sekaligus Kampus STAI yang akan dibangun, maupun pengembangan akademiknya seperti penyiapan SDM, tahapan pembukan prodi-prodi baru, dan sebagainya.

Rapat bersama yang dilaksanakan pada Sabtu pagi (28/02/2015) di kantor Sekretariat Yayasan Attaqwa berlangsung dua jam. Rapat juga menghadirkanDrs. H. Zainal Abidin Mahbub (Bendahara Umum Yayasan Attaqwa), KH A. Rosyidi HS (Pengawas Yayasan Bidang Perguruan dan DMA), Pengurus Bidang Awqaf, dan Nurkholis Wardi, S.H., M.Kn. (Karo. Konsultasi, Pelayanan, dan Bantuan Hukum Yayasan Attaqwa).

Pemimpin rapat, Bapak KH Nurul Anwar Lc.,menutup rapat dengan kesimpulan bahwa pengembangan dan pembangunan fisik maupun akademik STAI Attaqwa memang menjadi keniscayaan yang harus didukung oleh Yayasan dan segenap civitas akademika STAI Attaqwa. Beliau meminta Sekretaris Umum, H. Irfan Mas’ud M.A., untuk melaporkan hasil rapat ini ke Pimpinan Umum Yayasan yang berhalangan hadir karena alasan kesehatan.

Menurut Sekretaris Umum (Sekum), pasca laporannya ke Pimpinan Umum Yayasan, Bapak KH M. Amin Noer, M.A., Pimpinan menyambut baik rencana pengembangan ini. “Ini memang sudah menjadi tugas dan kewajiban Yayasan dalam kapasitasnya sebagai Badan Penyelenggara untuk terus mengembangkan unit-unit pendidikan yang berada di bawah Perguruan Attaqwa, dari tingkat pendidikan prasekolah sampai pendidikan tinggi,” ujar beliau.

Dalam arahannya, Kiai Amin meminta untuk dilakukan koordinasi antara Bidang Perguruan yang secara kelembagaan membawahi seluruh unit-unit pendidikan Yayasan, Bidang Pembangunan Yayasan yang bertugas melaksanakan pembanguan fisik, dan pihak STAI Attaqwa sebagai inisiator dan pemangku kepentingan, untuk bersama-sama membahas teknis pelaksanaan pembangunan fisik beserta siteplan tanah di Teluk Pucung, juga pengembangan akademiknya secara komprehensif.

Arahan Pimpinan Umum ini ditanggapi positif Puket II STAI Attaqwa, Dr. H. Saiful Bahri, M.Pd. “RAB pembangunan kampus sedang disusun dan dalam waktu dekat akan disampaikan ke Yayasan, “ ujar beliau kepada Sekretaris Umum dalam satu kesempatan di kantor IKAA.

“Insya Allah kita akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mewujudkan rencana pembangunan dan pengembangan kampus ini. Sudah saatnya kita memiliki kampus yang representatif di lokasi yang strategis untuk mengembangkan STAI menjadi universitas. Mudah-mudahan bisa cepat direalisasikan,” harap Sekum menutup keterangannya. (IM/AFN).

noeralie

bukukhnoeralie